1990..Ibu dan Ayah baginya..Menginjakan langkahnya kepada bumi..memadatkan tanah..dan berucap mantra “ cepatlah tumbuh, dan bayangilah tanah ini”..
1991..Mengambil jarak..ia berlari dan meloncatinya..setiap pagi ia melakukan hal yang sama..meloncati..sampai akhirnya ia menyerah.. “habis sudah waktuku untuk meloncatinya”.. terlalu tinggi ia untuk ku loncati..
1992.. Kacang kering, dibuang asal, berserakan, lalu tersenyumlah pria itu.. Pria yang bersandar telanjang dada,dengan celana hitam sepanjang lutut.. mengipaskan tangannya, kepanasan.. ia merogoh tas kecilnya, mencari roti pemberian ibunya..lalu membagikannya untuk perutnya dan burung – burung merpati putih disekitarnya..lelah katanya..sejenak ia tertidur…
1993..Tertunduk dan menangis..anak itu enggan menunjukan mukanya, malu bila teman – temannya melihatnya menangis..ia hanya memainkan tumbuhan tumbuhan kacang dibalik kesedihannya..mencabutinya, mengguncangnya.. sampai Ibunya datang menjemputnya..
1994.. Senang sekali ia berada di sana.. menggambar merpati – merpati putih..dan memberi mereka nama satu persatu..Kajiraga, Cangkang, Lingkar… berharap di hari kedepan pria tua itu bisa mengenalinya.. “ beruntunglah engkau hidup di alam ini” katanya…
1995..Suara itu bergerak seiring tumbuhnya akar – akar bumi.. Sedikit alunan suling bambu, membuat keduanya tersenyum.. mereka menggelar tikar..bersantap tawa disana.. dan menggambarkan cintanya di mana mereka berlindung di atas bayangan dan di balik kepakan.
1996..Sumpah kasar ia keluarkan, menunjuk langit dengan acungan ranting.. terlalu banyak, kotoran itu ada di pundaknya.. serasa menambah beban terhadap dirinya.. terlalu bersih dirinya untuk menerima kotoran itu.. unggas putih hanya berlalu..mereka tidak mengerti apa yang diucapkan pria bertubuh jangkung itu…
1997..Seperti judi kecil, membayar kekalahan dengan segenggam gundu..tapi tetap saja mereka tertawa, mengumpulkan gundu di pusat lingkaran,dan berjuang mengeluarkannya kembali..”masih kecil telah bermain dengan strategi”..wajarlah bila ada kecurangan.. perselisihan menyebabkan sebagian gundu disembunyikan di lubang pancang tempatnya bermain…
1998..Menancapkan sebatang kayu ke tanah bumi.. kayu hitam dengan goresan nama…menarik hewan gembalanya dengan tali tambang kokoh,, dan mengikatkannya..memberikan sekarung rumput, dilahap habis saat gembala itu bermimpi… Bermimpi untuk kedua kalinya tentang jawaban siapa ibunya.. Sementara pemakan rumput itu riang ditemani merpati putih.
1999..Menurunkan bebannya, perempuan itu akhirnya menyerah.. menghitung kembali laba, tapi tetap tak terhitung..labanya kosong.. ada kesadaran dalam dirinya “ mengapa ia harus berjualan calengan – calengan keramik ini” ia sendiri bahkan tidak pernah menabung di calengan buatannya.. calengan cokelat pasir dengan bentuk keran, botol, televisi.. memandang kearah langit, ia lalu berkata “ haruskah aku membuat bentuk daun dan ranting ”…
2000..Mereka berlari – lari, menyerang dari arah yang sama..berusaha menangkap bunglon kecil yang akhirnya masuk ke sebuah lubang pohon.. Mereka berpikir panjang untuk mengeluarkan bunglon dari lubang itu.. mereka menusukan bambu kuning yang mereka bawa ke dasar lubang …hening…hanya terdengar suara gesekan kaca. ” tidak seperti ular” katanya ….memberanikan diri memasukan tangannya,menyentuh dasar,dan merasakan benda – benda licin,keras,bundar,dan sedikit tergores, dengan ukuran yang kecil…
2001..Dua anak perempuan berdiri menunggu..dan menunjuk “ambil yang itu..disebelah kiri”..dengan hati –hati seorang yang telah berada di atas dahan memetiknya.. “lihat..ada yang baru di sarang ini” … “kasih nama siapa ya??” ..
2002..Berisik sekali..mungkin karna ada pembangunan disekitar sini.. tiang – tiang besi, rangkaian instalasi listik, benteng beton, musik lembaran seng.. “tempat apa yang ingin mereka buat???” Mungkin tempat untuk melepas penat..dan berbagi udara..
2003..Bunglon yang aneh…..ia diam didahan hijau coklat kering, tapi kenapa warna tubuhnya merah??..dianggap dewalah ia disana..tidak dipuja, tapi hanya dilindungi untuk tidak diambil dijadikan pajangan air keras..
2004..Daun dan Ranting, nama sebuahToko keramik, yang akhirnya selesai dibangun sejak 2 tahun yang lalu.. ramai memang, setiap waktu anak - anak kecil berebut membeli keramik…keramik sebagai calengan tentunya, yang diisi lembaran uang kertas hasil kerja keras ayahnya…
2005..Mereka sekeluarga selalu tidur disini..memang tanpa atap,hanya selembar kain yang yang digantung dan diikatkan pada kayu hitam, kayu bertuliskan nama dengan goresan – goresan tidak teratur,,dan terdapat bekas ikatan tambang..”mengapa mereka tidur disini” Ingin berbagi udara sepertinya..
2006..”banyak ya merpati putihnya”.. itu Kajiraga, ia ada di ujung ranting tertinggi, dan itu lingkar, selalu mengunjungi pohon pohon lain, tapi tetap tinggal di pohon ini..dan itu Cangkang, selalu mengitari pohon ini….anak anak itu terdiam dan menatap heran..”kok,kakek tau???”
2007.. mengingat mantra, serta menjaga kepercayaan..
Maka Hidup dan Tumbuhlah…
Untuk Ranger Kuning dan Waktu dimana ia harus mempertahankan Kepercayaan .
Angga Aditya Atmadilaga.2007 .