Ucapku
Sunday, March 30th, 2008Pandangan pertama hanya berisi Hasrat!!
Percaya itu Adikku!!
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
Pandangan pertama hanya berisi Hasrat!!
Percaya itu Adikku!!
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
Apa yang aku sesali saat ini?
Aku menyesal, tidak mengenalkanmu pada Ibuku!!
Bukan karna tak ingin!!
Hanya masalah letak dan posisi.
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
Untukmu, yang selalu memberikan Vitamin sebelum aku berjaya pada Acaraku.
" Waktu terkadang tidak berpihak, atau mungkin ada yang salah dengan posisi kita"
Hampir tiga tahun yang lalu, kita begitu dekat, Sama – sama menulis impian, Sama – sama melangkah, sama sama berucap, berkarya, dan tersenyum.
Selalu, satu diantara kita pergi,
Mengejar mimpi yang lainnya,
Mendampingi pendamping lainnya,
Waktu pertama, aku cukup kecewa, dengan perginya engkau bersamanya.
Waktu kedua, aku menyayangimu, tapi aku kurang percaya terhadapmu.
Waktu ketiga, tanpa rencana, kita membahasakan tubuh masing – masing untuk pergi dengan keyakinannya masing – masing.
Waktu keempat, kita sadar, tak semudah itu melepas sejarah dan rasa.
Waktu kelima, aku kosong, dan kau ada.
Waktu keenam, Kita kosong, Tapi aku terlanjur mendekati "nya"
Waktu ketujuh, aku kembali kosong, dan aku kehilanganmu!
Di waktu yang mana aku harus mengulang?
Menyesali apa yang ditetapkan Langkah?
Tak ada yang bisa disesali, Lebih Baik diperbaiki saja !!
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
Renggananggaku…
Anggun, itu kata ia yang menganggap dirinya Anggun.
Renggananggamu…
ialah Sahabatmu, kata Sahabatku
Rengganangga…
ialah sisi feminis dari diriku, Itu menurutku
Rengganangga…
telah mati, bagi ia yang tak mempercayainya.
Rengganangga…
hanyalah kebohonganku yang kutujukan pada dunia,
Rengganangga…
ialah fantasi terliarku
Rengganangga…
hanyalah bidang hampa dalam diriku,
Dengan Turangga aku akan mendapatkan Rengganangga.
Sekarang mari kita pertanyakan..
Apa Turanggaku??
Angga Aditya Atmadilaga, 29 Maret 2008
Cintapucino..Cintapucino..
Seperti apa rasamu??
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
RrRrRr RrRrRr RrRrRr
RrRrRr RrRrRr RrRrRr
Seperti anjing yang ingin kembali mempercayai Tuannya..
Seperti gemertak gigi, yang kesal karna tak menemukan liatnya daging..
Seperti seorang anak yang berlatih lidah, menjauhi cadel – nya ia berbahasa..
Us..us..us..us..us..us..us
Pergi sana anjing! Temukan Tuan barumu!
Tiup seperti itu, baru kamu temukan kekenyalan santapan dagingmu..
Katakan seperti itu, karna anak cadel masih terbilang lucu bagiku..
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
Ada suara gemercik di langit – langit kamarku,
Seperti suara percikan api, yang liar
Hujan Es di Luar!
Apakah itu pertanda bahwa Bandung, masih sedingin dahulu??
Kurasa Bandung sangat dingin, di akhir waktu ini.
Begitu dingin, karna belum kutemukan penghangatnya.
Besok!!!
Kutemukan Dia!!!
Angga Aditya Atmadilaga, 30 Maret 2008
Ada malam dimana aku membenci alam bawah sadarku,
Menampilkannya sebagai sosok utama,
Seperti dalam episode – episode opera sabun,
Selalu hadir tanpa bisa mati, ingin memainkan penontonnya kurasa.
Karna itu aku memilih tidur dengan burung yang bersarang pada sudut tembok..
Di atas lemari ia menyudutkan dan melipat sayapnya..
Kotorannya jatuh, membentuk artefak – artefak kecil horizontal.
Dengan melihat kotoran itu,
Aku menyadari hal hal kecil, tapi berbau sengit!
Sesengit pertempuran aku dengannya,
Pertempuran lembut antar dua lembu.
Aku menang atas kekalahanku.
Angga Aditya Atmadilaga, 29 Maret 2008
Hai cantik,?
Ya, aku bertanya itu kepadamu, Jangan kau palingkan wajahmu,,,
Mencari siapa yang aku maksud.
Karna jelas, itu dirimu!
Kamu dan Impian kita!
Kamu dan caramu memintaku untuk mengenal Ibuku..
Kamu dan Anggunmu..
Karna itu aku berucap
" Kamu Cantik"
Angga Aditya Atmadilaga, 29 Maret 2008
Cantik
Sebelum Hari di Bulan Maret habis, aku meminta diriku untuk mensakralkan sebuah kata..
Sebuah kata, yang terlalu sering aku ucap,
Tanpa tau makna sesungguhnya dari apa yang terucap..
" Cantik ".
Angga Aditya Atmadilaga, 29 Maret 2008