Archive for May, 2008

Pertempuran Mantel

Thursday, May 22nd, 2008

Alasku bergerak bergelombang..

Membuat lengan yang kujadikan sandaran tidur, naik turun dengan  lembut..

Aku belum tertidur..

Hanya merebahkan tubuhku.

Ada dia, yang berbisik padaku..

“ tak ada salahnya engkau terlelap, itu permintaan tubuhmu. “

Ada dia yang membelai rambutku..

Belaiannya, melebihi kelembutan Ibuku,

Dia hanya mengizinkanku untuk mengintipnya..

Ada kesejukan pada tiap celah jaketku.

Malah dia menceritakan dongeng tentang mimpi seorang remaja bodoh..

Dongeng akan hasrat yang terlihat penat.

Aku seharusnya mengusir mereka,

Seperti apa yang telah mereka lakukan pada orang – orang sebelumku..

Waktu memburu serta mengingatkanku,

Lewat detiknya yang bermelodi.

Aku disini meninggalkan Tuhanku, hanya bisa berucap

“ Aku ingin Shalat !!! “

                                             

                               Angga Aditya Atmadilaga, 17 Mei  2008

Aku Atau Mungkin Kamu

Thursday, May 22nd, 2008

Aku baru saja keluar dari lubangku..

Masih hangat tubuhku ini, tergeletak tak berdaya..

Menunggu terinjak.. Hanya dengan itu aku berpindah..

Aku dan namaku,, Sama sama lantang..

Terucap lantang namaku, dan tercium lantang tubuhku..

Kukabari satu kesenanganku, Melihat isi dari kain – kain besar yang berjalan kearahku,,

Kain – kain besar yang berisikan kedua kaki, dengan sebentuk kain ceria yang terjepit di antaranya..

Malu aku mengatakan hal itu padamu..

Malu pula aku menyadari..

Bahwa aku hanyalah sebentuk tahi kucing yang segera mengering, di atas trotoar alun – alun kota..

                           Angga Aditya Atmadilaga, 12 Mei 2008

Rotasi Pandang

Thursday, May 22nd, 2008

Selalu ada kecantikan pada setiap bentuk, termasuk pada warna yang membungkusnya.

                                             

                                  Angga Aditya Atmadilaga, 8 Mei  2008

Nada Bintang

Thursday, May 22nd, 2008

Harpa dan sebuah harapan..

Nadanya hampir sama dengan kecerdasannya..

Apa yang dibunyikannya, mengingatkanku pada salah satu Renggananggaku.

Tapi berbeda, pada cara petiknya..

Semoga melodinya tetap seperti itu..

Seperti yang pertama aku dengar,

Seperti yang pertama aku lihat,

                                       

                           Angga Aditya Atmadilaga, 9 Mei 2008

Kelahiran Di Waktu Sang Raja

Thursday, May 22nd, 2008

Aku menyebutnya Ghaniza, ia mengalami kesulitan untuk bertemu Ayahnya, Ayah yang selalu pergi sebelum Ghaniza sempat mengucapkan selamat datang pada hari barunya,  Ghaniza menyenangkan, sekaligus menyebalkan. Ia tahu cara memerintah secara lembut, atau mungkin, ada kebodohan pada dia yang diperintahnya. Merengek untuk keinginannya, dan berlari untuk ketakutannya. Dirinya tumbuh dengan mantel rasa nyaman, membuat kepekaannya bersembunyi di balik sakunya, meski tak cukup dalam, kepekaan itu mungkin akan hilang, karna pencuri – pencuri kecil selalu mengikutinya.

Ghaniza, ialah ratu dalam hidupnya, ia dan singgasananya. Mencoba menjajahi dimanapun ia mau, menyenggol kepercayaan, hingga terjatuh, dan berserakan. Sayang sekali, aku memandangnya sebagai seorang ratu yang akan segera membatu, Sulit bergerak atas tindaknya. Dia seorang wanita sombong yang menarik, Seorang wanita yang berpura pura menjadi perempuan karna tuntutan hasratnya, Ia sungguh menyebalkan !!

Aku menyebut.. “ Hali “,

Hali Wastira lebih lengkapnya.

Ia tahu arti hidupnya, mungkin karna langkah panjangnya. Mantel yang dipakainya seharusnya bukan mantel yang ia pakai saat ini, ia seharusnya mengenakan mantel yang mencitrakan keanggunannya, kekayaan dalam tindaknya, Ia dan tiga pengikutnya.

Terkadang ia bercerita, atas apa yang menyakiti dirinya, aku pernah melihatnya menangis, tapi ia tak pernah diam, selalu memuliakan para pengikutnya., Aku yakin pengikutnya akan mencarinya, meskipun dengan takdir “ Mereka lahir, tanpa tersentuh Hali Wastira “.

Ia perempuan terbaik dalam pandangku, tapi jangan tanya apa aku mencintainya ?

Ghaniza – Hali Wastira

Membuatku ingin berontak pada kepercayaan mengenai kelahiran..

Dari Sagitarius hingga Aquarius..

Ghaniza – Hali Wastira

Tanyakan pada orang tua mereka..

Waktu, dimana mereka lahir..

Akan terdengar 1 jawaban..

“ Mereka lahir di hari kemarin, Hari kelahiran Sang Raja Hutan, 12 “

                                             

                            Angga Aditya Atmadilaga, 8 Mei  2008

Suara Kosong

Friday, May 2nd, 2008

“Bra, Bra. Ayo bu, murah – murah, BH kualitas ekspor..”

“ BH nya bu??”

Cukup banyak juga, mereka yang membelinya, Dari pagi hari ia telah menggelar dagangannya, ditatanya rapi, banyak – banyak ia minum sebelum memulai teriakannya.

Aku menghampirinya..

“ Pak, memang seperti apa BH yang bagus ???”

‘Pilih saja, Saya juga toh tidak pernah memakai BH !!”

Terkadang, ia yang berteriak tidak berarti ia tahu apa yang diteriakannya.

                            

                            Angga Aditya Atmadilaga, 1 Mei  2008

Tanda

Friday, May 2nd, 2008

Dari halaman pertama aku mengikuti jejak seekor kucing, tapi mengapa seekor ayam yang akhirnya kutemukan pada halaman terakhir ?

                          

                                        Angga Aditya Atmadilaga, 1 Mei  2008

Rasaima - Imarasa

Friday, May 2nd, 2008

Imajinasi akan menciptakan rasa pada pandangan pertamamu..

                                             

                                              Angga Aditya Atmadilaga, 1 Mei  2008

Membicarakan Dia

Friday, May 2nd, 2008

Dia begitu menarik, setelah aku menikahinya ia pasti akan mengenalkanku pada rahasia terbesarnya, Setelah itu tentu ia akan bersorak kegirangan karna bisikanku, mengitari tubuhku dengan loncatan kelincinya, menceritakanku tentang masa kecilnya, hingga aku tertidur pulas setelah meminum teh hangat yang disediakannya.

Esoknya ia akan menyambut bangunku dengan cerita mimpinya semalam, Menidurkan kepalanya di bahuku dan memintaku untuk segera mencipta karya untuknya, Agar teman – temannya tahu betapa aku mencintainya, Ia tidak akan memintaku bekerja, “ Tinggallah selalu di sini menemaninya “.

Ia akan selalu meminta tanganku untuk digenggamnya, Mencipta lelucon agar kita tersenyum, tidak salah satu dari kita saja! ia akan meminta waktuku, kepercayaanku, hasratku, dan ia akan memintaku untuk menghentikan omong kosong ini. Segera, sebelum imajinasiku yang satu ini membodohiku.

                                     

                                    Angga Aditya Atmadilaga, 1 Mei  2008

Jika Ia bertanya

Friday, May 2nd, 2008

Jika tuhan bertanya padaku,

“Sebut saja satu, Dia yang ingin kau tampar saat ini, tanpa kau Ku beri dosa saat kau menamparnya dengan bayaran ia tak merasakannya? ”

Aku tentu akan menamparnya, tanpa menyebut namanya..

( engkau pasti tahu Tuhanku  :] )

                        

                                            Angga Aditya Atmadilaga, 1 Mei  2008