Jejak Datar
Beliau terkena demam panggung kehidupan, tak bisa Beliau bernyanyi mengiringi hidupnya.
Tapi Beliau harus banyak bicara, agar manusia – manusia yang menyatakan dirinya beradab tahu keberadaannya.
Beliau terbiasa mengulangi pernyataan – pernyataan, sebagai bentuk penegasan keyakinannya, Lawan bicaranya diam saja. Membiarkannya menang dengan apa yang dipercayainya..
Dingin ia sebagai pendengar, tapi begitu baik sabagai pelindung.
Rupanya dapat diubahnya, warnanya merupakan penyesuaian dari hati para pencerita.
Ada cukup banyak memar, dibentuk secara tak sadar oleh ia yang bercerita.
Beliau yang bercerita tak bisa mendengar..
Ia yang mendengar tak bisa bercakap..
Mereka tak bisa disebut sahabat,
Bersama tapi tidak mengenal.
Hanya bila perlu saja, mereka saling memberi.
Beliau menyebutnya “ si cuek yang baik “.
Suatu hari, akan ku ajak kalian untuk bisa mengenalnya, Sanak saudaranya banyak.
Kalian pasti menyayanginya juga.
TARUHAN !!
Angga Aditya Atmadilaga, 2 Oktober 2008